Arsip Bulanan: Juli 2019

Manfaat Komunikasi Bagi Pendidikan Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain. dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial. karena manusia itu adalah sebagai makhluk sosial, maka terjadilah interaksi timbal balik. Orang yang masih hidup tidaklah mungkin akan terlepas dari komunikasi, walaupun bukan berarti semua perilaku adalah komunikasi. Komunikasi terjadi dalam hampir setiap kegiatan manusia. Untuk lebih tegas dapat dikatakan bahwa banyak kegiatan manusia yang hanya bisa terjadi dengan bantuan komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian atau penerimaan pesan dari satu orang kepada orang lain, baik langsung maupun tidak langsung, secara tertulis, lisan, maupun bahasa nonverbal. Komunikasi dalam pendidikan merupakan unsur yang sangat penting kedudukannya, bahkan ia sangatbesar peranannya dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang bersangkutan. Orang sering berkata bahwa tinggi rendahnya suatu pencapaian mutu pendidikan dipengaruhi oleh faktor komunikasi ini, khususnya komunikasi pendidikan. Di dalam pelaksanaan pendidikan formal (pendidikan sekolah), tampak jelas adanya peran komunikasi yang sangat menonjol. Proses belajar mengajarnya sebagian besar terjadi karena proses komunikasi, baik komunikasi yang berlangsung secara intra personal maupun secara antar personal. Oleh karena itu, penting bagi kita menjadi terampil berkomunikasi, dan mengetahui prinsip-prinsip komunikasi baik di dalam pendidikan maupun masyarakat.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pentingnya Komunikasi bagi Kehidupan Manusia

Nama : Lulianike Friska Agustina Npm : 18540023 Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa lepas dari hubungan, kepentingan, atau bantuan manusia lainnya, dan semua aktivitas itu membutuhkan komunikasi di dalamnya. Karena komunikasi, seperti halnya kebutuhan akan relasi dengan manusia lainnya, … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Peningkatan kinerja pustakawan

nama: maria ertalina asiputri npm : 18540007 Profesionalisme dan citra positif pustakawan Untuk menjadi tenaga profesional seorang pustakawan perlu memiliki kompetensi, kepribadian , dan kecakapan, sebagai tenaga profesional pustakawan harus antusias atau bangga pada profesi, punya motivasi yang kuat untuk … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

KEMAMPUAN KOMUNIKASI PUSTAKAWAN DALAM PELAYANAN REFERENSI DAN DAMPAK BAGI PEMAHAMAN PENGGUNA NAMA : EMPRISIANA ADEHEID BEDHA NPM : 18540006 JURUSAN : ILMU PERPUSTAKAAN ABSTRAK Makalah ini berjudul “ kemampuan komunikasi pustakawan dalam pelayana referensi dan dampak bagi pemahaman pengguna “. Rumusan dalam masalah ini adalah apakah kemampuan komunikasih pustakawan dalam pelayanaan referensi dan berdampak bagi pemahaman pengguna. Tujuannya adalah agar komunikasi pelayanan dan pengguna referensi bisa dapat di mengerti dan mudah di pahami. Dan akan berdampak negatif apabila menggunakan bahasa yang tidak baku atau non verbal. dengan melihat kondisi saat ini pustakawan dengan pemahaman pengguna itu berdampak positif dan kemampuan komunikasi pustakawan terhadap pemahaman pengguna dapat di terima. BAB I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Komunikasi merupakan salah satu kegiatan yang sering di lakukan di perpustakaan.Kegiatan ini sangat penting di perpustakaan kerana dapat menunjang dalam pelayanan yang diberikan kepada pemustaka kegiatan komunikasih ini sangat penting juga untuk pustakawan dalam pelayanan tersebut. Dalam sebuah perpustakaan seorang pustakawan memiliki sikap yang bertanggung jawab dalam memberikan sebuah pelayanan kepada pemustaka. dan pustakawan akan bertemu dengan berbagai watak dan kepribadian pemustaka. Untuk menghadapi hal ini pustakawan perlu mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi agar dapat memberikan pelayanan yang mudah dipahami oleh pemustaka. Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu infomasih dan untuk mengubah sikap dan perilaku seseorang secara lisan maupun secara tak lagsung melalui media. Agar sebuah komunikasi dalam perpustakaan bisa berjalan dengan baik maka yang diperlukan oleh seseorang pustakawan yang sebagai komunikator adalah bagaimana berkomunikasi secara efektif. Komunikasi efektif merupakan komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap pada komunikan. Untuk mencapai komunikasi yang efektif di dalam sebuah perpustakaan maka seseorang pustakawan harus menguasai kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berinteraksi secara efektif dan bisa mempengaruhi orang lain serta struktur dan isi yang jelas dan juga berkomunikasi dengan interaktif dan mampu memberikan pandangan dari beragam perspektif. Kemampuan dalam berkomunikasi yang harus dikuasi oleh pustakawan adalah kemampuan berbicara. Dalam kemampuan berbicara seseorang pustakawan harus menyampaikan informasih yang dilakukan secara lisan melalui ucapan kata-kata atau kalimat. Dalam kemampuan berbicara pustakawan harus memperhatikan bahasa yang digunakan. bahasa juga memiliki peran yang penting dalam komunikasi karena dengan bahasalah informasih yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh pengguna.bahasa yang digunakan harus sesuai dengan pengguna supaya pengguna mengerti apa yang disampaikan oleh pustakawan. Selain dari bahasa adapun pesan yang di sampaikan oleh pustakawan kepada pengguna referensi. Pesan yang ingin disampaikan harus jelas dan sesuai dengan kondisi maupun situasi agar mudah dapat di pahami kedua belah pihak. Pesan yang di sampaikan merupakan kepentingan bersama pustakawan dengan pengguna.selain kemampuan berbicara adapun kemampuan komunikasi non verbal atau isyarat dan mendengarkan. Kemampuan non verbal dapat berupa senyumdan gerakan lainya. Sedangkan kemampuan mendengarkan merupakan usaha untuk memperoleh pemahaman atau pengertian dengan menggunakan indera pendengaran dan kemampuan pikiran untuk mengadakan interpretesi terhadap berita atau pesan yang diterima baik secara lisan maupun tulisan Di dalam perpustakaan kemampuan komunikasi memiliki kedudukan yang sangat penting. Kemampuan pustakawan dalam berkomunikasi merupakan salah satu indikator bagaimana memenuhi pemahaman pengguna ketika mereke menerima pesan. Dalam pemahaman dari pengguna akan informasih sangat penting bagi pustakawan karena dengan adanya pemahaman pengguna pustakawan akan berkomunikasi dengan baik. Dan pesan juga yang disampaikan akan diteima dengan baik oleh kedua belah pihak. Pemahaman pengguna ketika menerima informasih juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor eksteren dan interen.ketika pengguna mengerti informasih yang benar dan dapat di terimanya akan mengulang kembali dan tidak binggung atas apa yang disampaikan oleh pustakawan. Maka dari itu pustakawan mempunyai kemampuan komunikasi semakin tinggi tingkat pemahaman pengguna dalam menerima informasih. Dalam perpustakaan mempunyai berbagai layanan yaitu layanan referensi yang merupakan layanan yang langsung berhubungan dengan pengguna dimana seseorang pustakawan harus memiliki dan menguasai kemampuan komunikasi yang baik untuk membantu pengguna dalam mencari dan menyebarkan informasih yang dibutuhkan. Adapun pustakawan dalam layanan referensi memiliki kemampuan komunikasi masih kurang memperhatikan dan menguasai komunikasi secara efektif. Ketika pengguna menayakan informasih kepada pustakawan pustakawan belum belum memberikan atau menyampaikan informasih yang mudah dipahami oleh pengguna sehingga pengguna merasa kebingungan. B. RUMUSAN MASALAH. 1.Apakah kemampuan komunikasi pustakawan pada layanan referensi berdampak bagi pemahaman pengguna 2.apa pentingnya kemampuan komunikasi dan pemahaman pengguna. 3.apa pengertian layanan referensi bagi pustakawan. 4. bagaimana hubungan kemampuan komunikasi pustakawan dan pemahaman pengguna C. TUJUAN PENULISAN Untuk mengetahui kemampuan komunikasi pustakawan pada layanan referensi dan dampaknya terhadap pemahaman pengguna di perpustakaan. BAB II PEMBAHASAAN A .Kemampuan komunikasi pustakawan Kemampuan adalah bakat yang melekat pada seseorang untuk melakukan suatu kegiatan secara fisik atau mental yang di peroleh dari sejak lahi dan belajari dari pengalaman. Komunikasi menurut raymond s.ross adalah suatu proses mayortir memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respon dari pikiran yang serupa dengan yang di maksud oleh komunikator. Sedangkan pustakawan menurut UU RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang di peroleh melalui pendidikan atau pelatihan kepustakawan seta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengolahan dan pelayanan perpusatakan. Kemampuan komunikasi pustakawan yang di maksud adalah suatu kesanggupan pustakawan ketika berinterkasi dengan pengguna dalam memberikan informasih sehingga informasih tersebut dapat diterima oleh pengguna. Menurut robbins kemampuan merupakan kesanggupan bawaan sejak lahir atau merupakan hasil latihan atau praktek. Sedangkan komunikasi berasal dari bahasa latin comunicatio dan bersumber dari katacommunis yang berarti sama maksudnya sama makna. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bhawa kemampuan komunikasi adalah suatu kesanggupan dalam menyampaikan suatu informasih kepada pihak lain bak secara verbal maupun non verbal agar penerima dapat memahaminya. 1. kompetensi dasar komunikasi. Menurut spitzberg Keterampilan komunikasi sebagai kemampuan untuk berinterkasi baik dengan orang lain dan menunjuk pada kecepatan kejelasan dan keahlian sedangkan menurut payne mendefinisikan kompetensi komunikasi diartikan sebagai seperangkat kemampuan seorang komunikator untuk menggunakan berbagai sumber daya yang ada dalam proses komunikasi.dengan kata lain kompetensi komunikasi daalah pengetahuan yang dimiliki komunikator untuk berkomunikasi dengan baik menguunakan pesan-pesan yang dianggap tepat dan efektif. Adapun indikator pengukuran dalam kompetensi komunikasi menurut pyne yaitu 1. Motivasi ( motivation ) : terkait dengan kesedian seseorang untuk mendekati atau menghindari interkasi dengan orang lain. Motivasi biasanya berhubungan dengan tujuan-tujuan tertentu seperti untuk menjalin hubungan baru mendapatkan informasih dan pengambilan keputusan bersama. 2. Pengetahuan ( knowlege) : para komunikator yang kompeten memiliki pengetahuan. Pengetahuan ini melalui pendidikan pengalaman dan dengan pengamatan. Untuk mencapai tujuan dari komunikasi individu harus memiliki pengetahuan yang di butuhkan dalam berkomunikasi secara efektif dan tepat. 3. Keterampilan ( skill ) : hal ini merupakan bagian yang sulit bagi komunikator untuk mengubah motivasi dan rencana menjadi tindakan. Skill meliputi tindakan nyata dari perilaku yang merupakan kemampua seseorang dalam mengolah perilaku yang diperlukan dalam berkomunikasi secara tepat da efektif. Dalam kemampuan komunikasi ada macam-macam kemampuan komunikasi dalam pustakawan dalam menyampaikan pesan dengan jelas dan tidak membingungkan pengguna dan menciptakan kesan positif serta menciptakan suasana yang nyaman sehingga infromasi dapat mudah diterima oleh pengguna perpustakaan. Kemampuan komunikasi yang harus dimilki oleh pustakawan adalah kemampuan komunikasi verbal yaitu komunikasi yang terjadi bila dua orang atau lebih melakukan kontak satu sama lain dengan menggunakan alat artikulasi atau pembicaraan. Selain kemampuan komunikasi verbal pustakawan juga memiliki kemampuan komunikasi non verbal di mana komunikasi non verbal itu menggunakan bahasa isyarat menggunakan pandangan mata ekpresi wajah menggunakan gerakan tangan dan cara berpakian. Pustakawan juga harus menggunakan kemampuan komunikasi mendengarkan agar pengguna referensi bisa mengerti dan mudah dipahami. Mendengarkan secara efektif harus membutuhkan kosentrasi penuh dari pikiran untuk mengadakan interpretasi terhadap suatu berita atau pesan.syarat seorang pustakawan mempunyai kemampuan mendengarkan yakni : 1. Mampu mengungkapkan keinginan pengguna terutama dalam pelayanan referensi dan penelusuran informasi. 2. Mampu menguasai informasih. Seorang pustakawan juga harus memiliki sifat yang mampu untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dan pustakawan harus berusaha menciptakan suasana yang nyaman. Harus berpikir yang positif saat berkomunikasi dengan pengguna layanan referensi dan diperlakukan dengan baik. 2.komponen-komponen dasar komunikasi dalam peprustakaan. Komunikasi merupakan proses dua arah atau timbal balik maka komponen balik perlu ada dalam proses komunikasi.komponen dasar komunikasi yaitu : 1. Pengirim pesan atau komunikator ( pustakawan.) individu atau seseorang yang mengirim pesan.dalam konteks perpustakaan yang menjadi pengirim pesan adalah pustakawan.dalam perpustakaan informasih yang ada dan dibutuhkan pengguna wajib dilayankan secara maksmal demi terpenuhinya kebutuhan pengguna. 2. Pesan ( informasih ) adalah informasih yang akan dikirimkan kepada si penerima.semua bentuk pesan baik verbal amaupun nonverbal dapat menjadi informasih yang dibuthkan oleh setiap orang. Informasih yang dibutuhkan pengguna perpustakaan diharapakan mampu diserap melalui pengirim informasih. 3. Penerima pesan( komunikan ) yang menganalisi dan menginterpretasikan isi pesan yang diterimanya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi pustakawan.menurut ahli soler dan jorda mengungkapkan bahwa kemampuan komunikasi seorang individu dipengaruhi oleh konteks perolehan bahasa individu tersebut. Faktor usia saat pertama kali mempelajari bahasa seorang individu yang mempelajari bahasa pada usia yang lebih muda dan dapat memiliki kemampuan bahasa dan komunikasi yang lebih baik. Adapun faktor level pendidikan tingkat dan level pendidikan seorang individu juga dapat mempengaruhi kemampuannya dalam berkomunikasi. Sebagian besar yang memiliki pendidikan tingkat tinggi menunjukan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi yang lebih baik dari individu yang memiliki pendidikan lebih rendah. Adapun faktor frekuensi penggunaan bahasa kedua sering sesuatu bahasa di gunakan oleh kehidupan sehari-hari akan mempengaruhi kemampuan bahasa dan komunikasi seorang individu. Semakin sering bahasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari maka akan semakin baik kemampuan individu dalam bahasa tersebut. 3.Peranan penting dalam komunikasi Komunikasi sangat berperan aktif dalam kehidupan sehari-hari begitu pula di perpustakaan.komunikasi sangat dibutuhkan dalam menyamapaikan sesuatu kepada orang lain. Peranan Komunikasi sangat penting karena sebagai sarana hubungan antar-individu dan kelompok masyarakat untuk mengembangkan kerja sama antar manusia yang lebih baik. B.Pemahaman pengguna 1. pengertian pemahaman. Pemahaman adalah sesuatu proses hal yang kita pahami dan kita mnegerti dengan benar dan cara mempelajari sesuatu dengan baik supaya paham dan mempunyai pengetahuan. Menurut suharsimi arikunto menyatakan bahwa pemahaman adalah bagaimana seorang mempertahankan membedakan menduga dan memberikan contoh serta menuliskan kembali dan memperkirakan. Dengan demikian unsur pemahaman itu tidak dapat dipisahkan dari unsur psikologi yang lain. Dengan motivasi konsentrasi dan reaksi maka subyek belajar dapat mengembangkan fakta-fakta ide-ide dengan semua unsur tersebut. Dengan demikian jelaslah bahwa pemahaman merupakan unsur psikologi yang sangat penting. Sedangkan pengguna atau pemustaka adalah orang atau sekelompok orang yang memanfaatkan fasilitas dan layanan perpustakaan. Dengan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman pengguna adalah pengertian yang dapat di terima oleh pengguna ketika menerima informasih dan bisa mengulang kembali informasih yang diterima. 2.Tingkat-tingkat pemahaman. Tingkat pemahaman dapat dikatakan dengan memahami sesuatu dan mengerti segala sesuatu yang dikomunikasikan tanpa mengaitkannya dengan bahan atau gagasan lain dan tanpa melihat impilikasi-implikasi yang menyeluruh. Tingkat pemahaman seseorang dapat dilihat dari : 1. Penerjemahan yakni kemampuan menerjemahkan meteri verbal dan memahami pernyataan-pernyataan dalam materi yang didaptkan. 2. Penafsiran yakni kemampuan untuk mengungkapkan pikiran dari suatu karya dan menafsirkan berbagai tipe dan dapat menghubungkan dua konsep yang berbeda dan dapat membedakan materi yang pokok dan tidak. 3. 3.Ektrapolasi yakni kemampuan untuk mengugkapkan di balik pesan tertulis dalam suatu keterangan atau lisan dan memperluas wawasan. Selain itu jenjang setingkat diatas pengetahuan ini akan meliputi penerimaan dalam komunikasi secara akurat dan menepatkan hasil komunikasi dalam bentuk penyajian yang berbeda. Penilain dalam aspek pemahaman ini dapat di lakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuntu identifikasi pertanyaan-pertanyaan tersebut. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemahaman yaitu faktor interen dan eksteren. 1.Faktor interen yakni faktor yang pada diri sendiri atau individual antara lain faktor fisiologi faktor psikologis yakni faktor kematangan atau pertumbuhan kecerdasan dan faktor pribadi. 2. faktor eksteren yaitu faktor-faktor yang berpengaruh dari luar. antara lain faktor lingkungan dan faktor sarana dan prasarana. Dengan demikian pemahaman pengguna juga memiliki faktor yang bisa mempengaruhi komunikasi dalam pelayanan. Tentunya pustakawan atau pengguna huarus menggunakan komunikasi yang secara efektif . C.Pentingnya komunikasi bagi pustakawan dan pengguna layanan referensi. Komunikasi merupakan bagian penting dalam keberlangsungan sebuag lembaga organisasi atau hubungan organisasi dengan komunikasi. Tanpa adanya komunikasi maka kerja sama dalam sebuah organisasi tidak dapat di lakukan. Hal ini menunjukan betapa pentingnya komunikasi dalam perpustakaan. Karena jasa dasar yang di lakukan setiap jenis perpustakaan adalah pemberian informasih penyediaan infromasih dan bantuan dalam penelusur dokumen. Keterampilan komunikasi harus dimiliki oleh pustakawan untuk meningkatkan kepuasan para pengguna jasa pustaka.karena perpustakaan harus menciptakan pelayanan prima yang pada akhirnya tercipta citra yang positif pada perpustakaan. Adanya pemikiran positif terhadap layanan perpustakaan salah satu keberhasilan pustakawan berkomunikasi dengan baik hal ini dapat menjamin efektivitas dan rendahnya kemampuan berkomunikasi oleh pustakawan akan menimbulkan efektivitas belajar. Tujuan komunikasi itu suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan tertentu salah satu tujuan mengungkapkan perhatian kepada orang lain. Seperti halnya seseorang berkomunikasi dengan cara tersenyum melambaikan tangan dan sebagainya. Adanya menunjukan perhatian kepada orang lain untuk menghindari kesan sebagai orang yang cuek dan tertutup.adapun tujuan lainya menemukan diri sendiri yang memperoleh informasih tentang diri sendiri dan orang lain. Mempengaruhi sikap dan tingkah laku dalam komunikasi yang menyampaikan pesan dari komuniktor ke komunikan untk memberitahu atau mengubah perilaku seseorang . ketika komunikan menerima pesan berarti telah mendapat pengaruh dari proses komunikasi. Dalam pustakawan dan pengguna layana referensi memiliki komunikasi yang efektif yang bisa membangun dalam perpustakaan yaitu memiliki kejelasan dalam pemahaman akan pesan dan informasi yang di sampaikan. Selain kejelasan adapun ketepatan dalam mengacu pada derajat kesusaian bahasa dan informasih yang disampaikan. Bahasa yang digunakan harus sesuai dan informasih yang disampaikan harus benar. Konteks Kesesuian pesan dan informasih dengan situasi dan kondisi pesan informasi yang disampaikan. Bahasa dsn informasih yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan dimana komunikasi itu terjadi. Adapun Budaya Secara mutlak tidak bisa di pisahkan dari kualitas komunikasi yang di bangun. Kultur dan budaya jugaa perlu di perhatikan dalam berkomunikasi. Di dalam perpustakaan harus ada Etika komunikasi yang baik bagi pustakawan.Etika komunikasi adalah proses sebuah teori atau pandangan tentang prinsip dalam menyampaikan informasih kepada orang lain untuk mengatur perilaku manusia menurut ukuran nilai baik dan buruknya yang dapat di tentukan oleh akal. Ada 5 etika yang harus di perhatikan dalam berkomunikasi antar pribadi atau langsung yaitu a. Berbicara dengan suara yang jelas b. Tidak berbicara terlalu cepat maupun terlalu lambat c. Saat berbicara dengan lawan bicara maupun saat mendengarkan lawan bicara mata kita harus saling melihat. d. Memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk berbicara. e. Menghargai pendapat masukan atau kritik dari lawan bicara . D. Pelayanan referensi Dalam layanan referensi adalah kegiatan untuk membantu pengguna menelusur informasih dalam berbagai subyek. Pemustaka di bantu untuk menemukan informasih dengan cepat dan memanfaatkan sarana penelusuran yang tersedia secara optimal. Buku referensi memiliki ciri sebagai berikut : 1. Buku referensi ditujukan untuk keperluan konsultasi.hanya bagian tertentu saja yang digunakan untuk suatu kepentingan. 2. Buku referensi tidak dimasudkan untuk dibaca seperti buku biasa. Buku biasa seperti novel misalnya dibuat untuk dibaca seluruhnya namun lain halnya dengan kamus yang tidak di maksudkan untuk dibaca dari awal sampai akhir halaman. 3. Buku referensi sering kali terdiri dari entri yang terpotong-potong dalam sebuah ensiklopedia. Entri yang disusun menurut abjad misalnya memuat entri tentang indonesia diikuti dengan entri india namun kedua tidak ada kaitannya. 4. Untuk buku referensi tidak bisa untuk dipinjamkan. 5. Informasih disusun untuk memudahkan penelusuran secara cepat dan menyeluruh. Susunan ini dapat menurut abjad dan judul serta subjek atau kronologis. Pustakawan referensi harus memiliki : 1. Empathy : pustakawan harus mampu untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. 2. Supportiveness : pustakawan harus berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan fleksibel. 3. Positiveness : pustakawan harus memulai komunikasi dengan para pengunjung perpustakaan dengan sikap yang positf dan menganggap mereka sebagai orang penting yang harus diperlakukan dengan baik. 4. Equality : pustakawa harus memandang semua yang mengunjungi peepustakaannya merupakan orang-orang yang pentingyang harus di hormati tanpa syarat. 5. Confidence : dalam melayani para pengunjung perpustakaan pustakawan harus memiliki rasa percaya diri. 6. Immediacy : pustakawan harus menunjukan perhatian dan juga senang terhadap permasalahan yang disampaikan oleh pengunjung perpustakaan. 7. Interaction management : pustakawan harus mampu mengolah proses komunikasi yang berlangsung antara dia dengan pencari informasih yang secara efektif membuat percakapan berjalan lancar. Pustakawan referensi memiliki sikap dan cara yang mendorong pengguna untuk mencari bantuan yang sesuai kebutuhan pengguna. Pustakawan referensi memiliki pengetahuan yang mendalam tentang sumber daya informasih. Pustakwan referensi ialah pustakawan yang memiliki sikap dan pengetahuan mendalam yang mampu mendorong pengguna untuk mencari bantuan. Memiliki tanggung jawab untuk membantu dan memberikan jawaban secara langsung dengan mengintruksikan pengguna dalam mengakses segala bentuk pengetahuan terhadap kebutuhan informasih pengguna perpustakaan. Pustakwan referensi juga mampu merencanakan dan melaksanakan penelusuran yang efektif untuk menjawab pertanyaan referensi.dan memahami layanan dan kebijakan perpustakaan dan mampu menjelaskan kepada pengguna. Kompetensi pustakawan harus memiliki kompetensi profesional aagar pengetahuan pustakawan di bidang sumber-sumber informasih dan kemampuan pengetahuan tersebut sebagai dasar untuk menyediakan layanan perpustakaan dan informasih. Adanya kompetensi individu menggambarkan satu kesatuan keterampilan perilaku dan nilai yang dimiliki pustakawan agar dapat bekerja secara efektif menjadi komunikator yang baik dan selalu meningkatkan pengetahuan serta dapat bertahan terhadap perubahan dan perkembangan dalam dunia kerjanya. Kompetensi utama yang harus dimiliki oleh pustakawan adalah : a. Akses : pustakawan diharapka dapat memahmi kebutuhan informasih dan perilaku pengguna dan mengembangkan keterampilan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan informasih. Kompetensi akses meliputi 1. Responsif.seorang pustakawan mampu menyediakan layanan yang terhadap kebutuhan pengguna dan mewujudkan layanan yang responsif . 2. Mampu mengorganisasikan dan mendesain layanan.mengatur referensi dan layanan pengguna untuk memenuhi kebutuhan pengguna. 3. Berpikir kritis dan mampu menganalisa. b. Pengetahuan. Pustakawan referensi harus memiliki pengetahuan mengenai struktur sumber informasih dalam bidang pengetahuan yang dibutuhkan pengguna. Mencari pola perilaku pengguna informasih. Prinsip-prinsip komunikasih yang melibatkan interkasi dengan pengguna baik secara langsung maupun melalui jalur komunikasi lain. Kompetensi pengetahuan meliputi : 1. Mampu mengamati perkembangan lingkungan.seorang pustakawan memonitor sumberinformasih yang relavan untuk memperbaruhi pengetahuan tentang perkembangan dalam layanan referensi. 2. Mampu mengaplikasikan pengetahuan.seorang pustakawan secara efektif memanfaatkan pengetahuan baru dalam meningkatkan praktek layanan referensi. 3. Mampu menyebarkan ilmu pengetahuan. Seorang pustakawan berbagi kehlian bersama teman dan mampu menjadi mentor bagi staf baru. 4. Aktif melakukan pembelajaran.seorang pustakawan berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan dan meningkatkan kemampuan individu melalui belajar mandiri. c. Pemasaran. Sebuah aspek perencanaan strategis yamg merupakan mekanisme promosi dimana tujuan sasaran dan strategi dalam penilaian. Kompetensi pemasaran meliputi: 1.penilaian terhadap informasih dan layanan. 2. komunikasi. 3. evaluasi d. kolaborasi : dapat memperluas informasih dan meningkatkan pengaksesan informasih seperti pustakawan harus bekerja sama dengan rekan-rekan atau kelompok-kelompok memastikan bahwa pengguna menerima layanan informasih yang mereka butuhkan. Kompetensi kolaborasi meliputi : 1. Membina hubungan baik dengan pengguna 2. Menjalin hubungan dengan kolega 3. Menjalin hubungan dengan sesama profesi 4. Menjalin hubungan diluar perpustakaan dan dengan profesi lain. Layanan referensi memiliki fungsi agar tujuan pelayanan referensi dapat terlaksana dengan baik.fungsi pelayanan referensi adalah : 1. Informasih Layanan referensi memberikan jawaban atas pertanyaan – pertanyaan tentang informasih yang dibutuhkan oleh para pemakai perpustakaan. 2. Bimbingan Memberikan bimbingan kepada para pemakai perpustakaan untuk mencari bahan pustaka dalam kelompok koleksi referensi yang tepat sesuai dengan bidang masing-masing 3. Pemilihan Memberikan petunjuk tentang bagaimana cara memilih bahan pustaka dalam kelompok koleksi referensi yang bermutu agar diperoleh sumber yang berdaya guna maksimal. Dalam pelayanan refensi juga memiliki tugas dalam buku pedoman perpustakaan perguruan tinggi dapat di bagi menjadi dua yaitu tugas keprofesian dan tugas penunjang. 1. Tugas keprofesian meliputi : a. Menetukan kebijakan layanan referensi. b. Menjawab pertanyaan layanan referensi c. Bimbingan mengenai cara perujukan menggunakan sumber referensi. d. Menghimpun bibliografi e. Menyusun dan memelihara berkas informasi kepada pengguna baru. 2. Tugas penunjang layanan referensi meliputi : a. Mencari informasih bibliografi sederhana. b. Memberikan informasih tentang siapa saja yang harus dihubungi dan tempat buku c. Mengatur papan buletin dan pameran. d. Memberikan layanan berbahan audio visual. Dengan melihat uraian di atas bahwa pelayanan referensi memiliki peranan penting dalam memberikan informasih yang relavan terhadap pengguna untuk itu diperlukan pustakawan referensi yang mampu dan mempunyai semangat tinggi dalam melayani pengguna. E. Hubungan komunikasi pustakawan dengan pemahaman pengguna. Kemampuan komunikasi pustakawan sangat erat hubungannya dengan pemahaman pengguna. dengan adanya kemampuan komunikasi yang baik maka pengguna merasa puas dan mengerti dan memahami sepenuhnya atas apa yang diterimanya. Pustakawan yang memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif akan selalu mudah menyampaikan dan menerima pesan atau ide terhadap orang lain dalam segala hal dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang diperlukan. Kemampuan tersebut merupakan upaya bagaimana kita meraih perhatian maupun respon yang positif. Selain itu semakin tinggi kompetensi komunikasi dan layanan pustakawan maka semakin mudah pengguna memahaminya. Kemampuan berkomunikasi secara efektif merupakan kemampuan dalam menukarkan ide atau gagasan dan pesan terhadap orang lain secara efektif. Sehingga akan membuat pendengar mendengarkan apa yang dikatakan dan membuat pengguna memahami apa yang didengar atau lihat. Dengan membuat pengguna menyetujui apa yang telah mereka dengar atau tidak menyetujui apa yang dikatakan tetapi dengan pemahaman pengguna yang benar. Membuat pengguna mengambil tindakan yang sesuai dengan maksud pengirim dan maksud pengirim bisa diterima dan memperoleh umpan balik pendengar. BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Kemampuan komunikasi yang harus dimiliki oleh seorang pustakawan adalah kemampuan komunikasi verbal komunikasi non verbal dan komunikasi mendengarkan. Dengan adanya kemampuan tersebut maka pengguna merasa puas mengerti dan memahami sepenunhya apa yang diterima. Pustakawan yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik akan selalu mudah menyampaikan dan menerima pesan terhada orang lain dalam segala hal dengan tujuan untuk dicapainya kesamaan pandangan informasih. B. SARAN Pustakawan harus memperhatikan lagi komunikasi yang dijalin dengan pengguna pustakawan juga harus mengetahui bagaimana komunikasi yang terjalin dapat dipahami oleh pengguna tanpa membuat pengguna menjadi binggung ketika berinteraksi dengan pustakawan. DAFTAR PUSTAKA http://oktaviani-fitri.repository.ar-rainry.ac.id/kemampuan-komunikasi-pustkawan-di-html http://repository.uinsu.ac.id/komunikasi-pustakawan-di-html

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

PERANAN PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN ARSIP DAN DOKUMENTASI PROVINSI JAWA TIMUR Perkembangan teknologi saat ini sangat besar pengaruhnya terhadap individu maupun organisasi dalam mengakses informasi. Fasilitas jaringan (network) nasional dan internasional berkembang dengan sangat pesat. Information superhigway yang dibangun diseluruh dunia dapat menghubungkan pemakai pada layanan informasi digital melalui jaringan telekomunikasi global. Hal itu berimbas pada cakupan kerja perpustakaan. Ragam akses ke layanan perpustakaan tidak lagi dibatasi oleh jarak dan memungkinkan untuk banyak orang. Pengguna akan semakin berharap banyak terhadap produktivitas, efesiensi dan efektifitas dalam mengakses semua layanan perpustakaan melalui jaringan, termasuk katalog, permintaan dan pengiriman dokumen, serta layanan lainnya. Dengan jaringan akan semakin banyak orang yang bekerja pada work station dengan menggunakan komputer personal multimedia, yang berhubung atau terkoneksi dengan jaringan komputer lainya, baik lokal maupun internasional, yang dapat menghasilkan bentuk dokumen tercetak maupun elektronik, serta publikasi lembaga dari berbagai sumber, baik intranet maupun internet. Orang akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber secara cepat, tepat, dan akurat. kondisi seperti diuraikan diatas menyiratkan adanya tuntutan terhadap dukungan sumberdaya manusia (SDM) yang memadai. Sebab, bagaimanapun canggihnya teknologi jika tidak ada dukungan sumber daya manusia yang andal tidak akan berarti apa-apa. Sumber daya manusia dalam suatu organisasi, seperti perpustakaan merupakan kunci yang akan menentukan keberhasilan organisasi. Peran pustakawan juga sangat penting karena salah satu komponen penting perpustakaaan adalah pustakawan. Komponen ini sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan ( jasa) kepada pengguna perpustakaan sampai mampu memberikan tingkat kepuasan kepada pengguna perpustakaan yang dilayani. Pelayanan disini dapat bermakna bahwa pustakawan memberikan pelayanan atas prinsip pelayanan prima (cepat, tepat, mudah, murah, tertip dan tuntas), pelayanan dilakukan dengan sopan dengan empat prinsip S yaitu senyum, salam ,sopan dan santun (Hermawan dan Zen, 2006). Artinya pemustaka adalah orang yang harus diberikan pelayanan dengan baik tampa harus membedakan ras, agama, status sosial ekonomi, dan lain-lain ketika ia mencari informasi di perpustakaan. Oleh karena itu, pengelolaan perpustakaan akan berkembang dan efektif jika didukung oleh karya, bakat, kreatifitas, dan dorongan sumberdaya manusia yang mau bekerja dengan baik. Bahkan, dengan sikapnya (sumberdaya manusia ini) orang dapat merasakan kepuasan tersendiri dari pelayanan yang diterima. Dengan demikian, perkembangan dan prestasi suatu organisasi tidak akan terlepas dari prestasi setiap individu yang terlibat didalamnya. Untuk itu, perlu upaya pengembangan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan kemampuan dan keahlian (skill) pada setiap individu pengelola perpustakaan sesuai dengan isu-isu yang berkembang sehingga kualitas perpustakaan dapat terus ditingkatkan. Faktor yang menuntut suatu organisasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang handal untuk mengantisipasi persaingan dan tantangan-tantangan yang dihadapi akibat perkembangan era baru ini, menurut Sumampouw adalah sebagai berikut: 1. Meningkatnya tekanan untuk mengukur produktifitas kerja. Sebab, dengan adanya benchmarking, suatu organisasi (perpustakaan) dituntut untuk mampu bersaing pada era global. 2. Bertambahnya tekanan untuk membuktikan peran sumber daya manusia dengan peningkatan kemampuan dan mampu memberikan pelayanan pada divisi lain. 3. Adanya perubahan yang tak henti-hentinya dan bertambah cepat temponya. 4. Semakin bervariasinya pengalaman dan latar belakang pekerja yang aktif berkarya dalam organisasi. 5. Tingginya tuntutan untuk semakin kreatif, berani mengambil resiko dan mampu bekerja dalam kelompok. 6. Berubahnya penghargaan kerja dari lamanya kerja menjadi prestasi kinerja. 7. Perdagangan bebas yang semakin mendunia. 8. Penggunaan struktur yang semakin ramping dan datar(flat). 9. Bertambahnya tekanan untuk meningkatkan kualitas dan partisipasi. Demi memenuhi pelayanan yang optimal pemerintah juga telah menetapkan UU yang menuntut agar pustakawan dapat memberikan layanan yang optimal hingga mampu memberikan tingkat kepuasan kepada pengguna perpustakaan yang dilayani. Seperti yang telah ditetapkan pada UU RI No 43 Tahun 2007 pasal 14 tentang layanan perpustakaan: 1. Layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka. 2. Setiap perpustakaan menerapkan tata cara layanan perpustakaan berdasarkan standar nasional perpustakaan 3. Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. 4. Layanan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkan melalui pemanfaatan sumberdaya perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. 5. Layanan perpustakaaan diselenggarakan sesuai dengan standar nasional perpustakaan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pemustaka. 6. Layanan perpustakaan terpadu diwujudkan melalui kerjasama antar perpustakaan. 7. Layanan perpustakaan secara terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilaksanakan melalui jejaring telematika. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan akan berkembang dan efektif jika didukung oleh karya, bakat, kreatifitas, dan dorongan sumberdaya manusia yang mau bekerja dengan baik. Bahkan, dengan sikapnya (sumberdaya manusia ini) orang dapat merasakan kepuasan tersendiri dari pelayanan yang diterima. Bertolak dari pemikiran-pemikiran tersebut di atas penulis tertarik untuk mengetahui keberhasilan maupun kendala atau permasalahan di perpustakaan provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna, dengan judul penelitian “Peranan Pustakawan Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Perpustakan Arsip dan Dokumentasi provinsi Jawa Timur”.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar